LANDASAN TEORITIS MULTIMEDIA
PEMBELAJARAN
A. Pengenalan Multimedia
Multimedia diambil dari kata multi
dan media. Multi berarti banyak dan media berarti media atau perantara.
Multimedia adalah gabungan dari beberapa unsur yaitu teks, grafik, suara, video
dan animasi yang menghasilkan presentasi yang menakjubkan. Multimedia juga
mempunyai komunikasi interaktif yang tinggi. Bagi pengguna komputer multimedia
dapat diartikan sebagai informasi komputer yang dapat disajikan melalui audio
atau video, teks, grafik dan animasi. Disini dapat digambarkan bahwa multimedia
adalah suatu kombinasi data atau media untuk menyampaikan suatu informasi
sehingga informasi itu tersaji dengan lebih menarik.
Dalam definisi ini terdapat empat
komponen penting multimedia yaitu:
1. Harus
ada komputer yang mengkoordinasi apa yang dilihat dan didengar yang
berinteraksi dengan kita.
2. Harus
ada link yang menghubungkan kita dengan informasi.
3. Harus
ada alat navigasi yang memandu kita,
4. Multimedia
menyediakan tempat kepada kita untuk mengumpulkan, memproses dan
mengkomunikasikan informasi dan ide.
B.
Landasan Teoritis Penggunaan Multimedia Pembelajaran
Pemerolehan pengetahuan dan
ketrampilan, perubahan - perubahan sikap dan perilaku dapat terjadi karena
interaksi antara pengalaman baru dengan pengalaman yang pernah dialami
sebelumnya. Menurut Brunner dalam Media Pembelajaran mengatakan “ada 3
tingkatan utama modus belajar, yaitu : pengalaman langsung (enactive),
pengalaman pictorial / gambar (iconic), dan pengalaman abstrak
(symbolic).”11Ketiga tingkatan pengalaman itu saling berinteraksi dalam upaya
memperoleh pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang baru. Agar proses belajar
mengajar dapat berhasil dengan baik, siswa sebaiknya diajak untuk memanfaatkan
semua alat inderanya. Guru berusaha untuk menampilkan rangsangan atau stimulus
yang dapat diproses dengan berbagai indera. Semakin banyak alat indera yang
digunakan untuk menerima dan mengolah informasi semakin besar kemungkinan
informasi tersebut dimengerti dan dapat dipertahankan dalam ingatan. Dengan
demikian, siswa diharapkan dapat menerima dan menyerap dengan baik dan mudah
pesan-pesan dalam materi yang disajikan.
Levie dan Levie menyimpulkan bahwa
stimulus visual membuahkan hasil belajar lebih baik untuk tugas- tugas seperti
mengingat, mengenali, dan menghubungkan-hubungkan fakta dan konsep. Stimulus
verbal memberi hasil belajar yang lebih apabila pembelajaran itu melibatkan
ingatan berurut-urutan. Oleh sebab itu belajar dengan menggunakan indera ganda
yaitu pandang dan dengar akan memberi keuntungan bagi siswa. Siswa akan belajar
lebih banyak materi yang disajikan dengan stimulus pandang dan dengar. Gambaran
diatas sejalan dengan gambaran yang dibuat oleh Edgar Dale. Dale memperkirakan
bahwa pemerolehan hasil belajar melalui indera pandang sekitar 75%, melalui
indera dengar sekitar 13%, dan melalui indera lainnya sekitar 12%. Para ahli
menyimpulkan bahwa kurang lebih 90% dari hasil belajar melalui indera pandang,
5% diperoleh melalui indera dengar , dan 5% lagi dari indera lainnya.
Hasil belajar seseorang diperoleh
mulai dari pengalaman langsung (konkret), kenyataan yang ada di lingkungan
kehidupan seseorang, kemudian melalui benda tiruan, sampai kepada lambang
verbal (abstrak). Semakin keatas dipuncak kerucut semakin abstrak media
penyampaian pesan itu. Pengalaman langsung akan memberikan kesan paling utuh
dan paling bermakna mengenai informasi dan gagasan yang terkandung dalam
pengalaman itu. Oleh karena ia melibatkan indera penglihatan, pendengaran,
perasaan, penciuman, dan peraba.
C. Manfaat Media Pembelajaran
Disampaikan oleh Daryanto (2013: 5)
bahwa proses belajar mengajar hakekatnya adalah proses komunikasi, penyampaian
pesan dari pengantar ke penerima. Dalam proses belajar terdapat pesan yang
hendak disampaikan. Pesan tersebut dapat berupa informasi yang mudah diserap
oleh penerima, namun juga dapat berupa infomrasi yang abstrak atau sulit untuk
diterima. Ketika pesan yang disampaikan tidak dapat diterima oleh
penerima maka diperlukan solusi yang dapat mengantarkan pesan tersebut. Sudjana dan Rivai (2013: 2) menyampaikan bahwa
media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa, yaitu:1) Pengajaran
akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
2) Bahan pelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh
siswa, dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pembelajaran lebih baik. 3) Metode
mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata penuturan verbal melalui
penuturan kata-kata oleh guru. Sehingga siswa tidak bosan, dan guru tidak
kehabisan tenaga, apalagi bila guru mengjar untuk setiap jam pelajaran. 4)
Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan
uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan,
mendemonstrasikan, dan lain-lain.
Permasalahan
:
1. Sudjana dan Rivai (2013: 2) menyampaikan
bahwa media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Bagaimana
mana kita dapat mengukur hasil belajar siswa dengan media?. Berikan alasan anda
yang mendukung pernyataan di atas.
2. Sekarang ini banyak KBM menggunakan
multimedia pembelajaran bukan pembelajaran konvensional lagi, bagaimana
pendapat saudara mengenai kedua hal diatas. Manakah yang lebih tepat dan
efektif digunakan untuk pendidikan sekarang ini. Dan coba anda berikan contoh
pembelajaran untuk kedua gaya pembelajaran yang cocok dengan bahan ajar kimia.


maaf sebelumnya berdasarkan permasalahan no 1. media bukan alat ukur dalam proses pembelajaran namun media itu merupakan alat yang mendukung kelancaran proses pembelajaran. nah untuk alat ukur bisa digunakan tes baik tertulis maupun lisan. namun bisa dikatakan dengan adanya penggunaan media yang tepat sehingga dapat meningkatkan keingintahuan dan pemahaman siswa akan pembelajaran tersebut.
BalasHapusSetuju dengan pendapat icha. Media bukan alat ukur. Namun keefektifan nya bisa diukur saat lroses pembelajaran dengan melihat respon, keingintahuan siswa, dan saat evaluasi belajar.
HapusSetuju dengan pendapat icha,
HapusTidak tersedianya media pembelajaran seperti alat peraga untuk
mendukung proses pembelajaran, memnyebabkan kurangnya hasil belajar siswa. Siswa menjadi cepat bosan untuk mengikuti pembelajaran sehingga hasil belajar siswa masih dibawah Kriteria.
Media pembelajaran merupakan salah satu sarana untuk membantu
meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar. Kriteria pemilihan media harus dikembangkan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, kondisi dan keterbatasan yang ada dengan mengingat kemampuan dan sifat-sifat khasnya (karakteristik) media yang bersangkutan.
saya akan menanggapi permasalahan no.1, Saya setuju dengan pernyataan yang menyatakan Media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa karena seperti yang kita tahu media pembelajaran sebagai alat bantu siswa dalam belajar. Misalnya Pada situasi di mana bahan pembelajaran yang sedang dipelajari siswa sangat sulit atau terlalu kompleks untuk dipahami, guru bisa menggunakan media pembelajaran yang mungkin dapat mempermudah belajar siswa. Bahan-bahan yang sulit dan kompleks ini misalnya, dapat disajikan dalam bentuk diagram, gambar, model-model, atau desain grafis lain yang menyederhanakan bahan pembelajaran yang terlalu sulit dan kompleks tadi sehingga menjadi lebih mudah dipahami. Media pembelajaran juga dapat meningkatkan minat siswa, guru bisa menggunakan media yang menarik misalnya dengan menampilkan ppt yang menyajikan video dan animasi sehingga siswa akan lebih tertarik karena mereka bisa melihat langsung seperti yang kita ketahui siswa akan lebih mudah memahami materi jika melihatnya secara langsung.
BalasHapusnamun kita tidak bisa mengukur hasil belajar dengan menggunakan media karena media bukan alat ukur tetapi alat bantu yang membantu siswa memahami materi
Saya akan menanggapi permasalahan no.2 Dari hasil penelitian nilai rata-rata siswa yang diberi perlakuan pembelajaran menggunakan multimedia sebesar 85,00. Nilai tersebut masuk dalam kriteria nilai yang baik sekali. Nilai rata-rata siswa setelah diberi perlakuan pembelajaran konvensional sebesar 79,09. Nilai tersebut termasuk dalam kriteria baik. Hasil pengujian hipotesis yang pertama menyebutkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional dan siswa yang diajar dengan pembelajaran menggunakan multimedia. Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan multimedia lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran konvrnsional.
BalasHapusSaya akan menjawab permasalahan anda yang pertama dengan cara memilih media yang mampu mengukur kognitif,psikomotor Dan afektif siswa. Contohnya untuk kognitif gunakan media kuis, psikomotor dengan memberikan siswa tugas membuat suatu larutan Dan afektif dengan melihat pada metode diskusi
BalasHapussaya ingin mencoba menanggapi permasalah pertama saudari menurut saya media apapun yang hendak dipakai kita harus melakukan evaluasi karena dengan begitu kita tahu seberapa jauh perkembangan siswa kita, dan kita tahu apakah materi yang diajarkan benar benar dipahami oleh siswa kita atau tidak.
BalasHapusBaiklah, saya ingin menangggapi permasalahan anda yang pertama. Menurut pendapat saya kita dapat mengukur hasil belajar siswa sama saja dengan pembelajaran pada umumnya, yakni kita dapat memberikan tugas dan evaluasi berupa soal untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang materi yang telah diajarkan.
BalasHapusbaiklah saya akan menambahkan jawaban pertanyaan ni 1 dimana Menurut Suharsimi Arikunto dalam bukunya Evaluasi Pendidikan (1986: 26) menyebutkan “ Tes dibedakan menjadi tiga macam yaitu tes diagnostik, tes formatif, tes sumative”
BalasHapusTes diagnostik adalah tes yang digunakan untuk menentukan kelemahan dan kelebihan siswa dengan melihat gejala-gejalanya sehingga diketahui kelemahan dan kelebihan tersebut pada siswa dapat dilakukan perlakuan yang tepat.
Tes formatif adalah untuk mengetahui sejauh mana siswa telah memahami suatu satuan pelajaran tertentu. Tes ini diberikan sebagai usaha memperbaiki proses belajar.
Tes sumatif dapat digunakan pada ulangan umum yang biasanya dilaksanakan pada akhir catur wulan atau semester. Dari tes sumatif inilah prestasi belajar siswa diketahui. Dalam penelitian ini evaluasi yang digunakan adalah dalam jenis yang di titik beratkan pada evaluasi belajar siswa di sekolah yang dilaksanakan oleh guru untuk mengetahui prestasi belajar siswa.
Menanggapi permasalhan nomor dua terkait pernyataan anda yang menyatakan bahwa sekarang ini banyak KBM menggunakan multimedia pembelajaran bukan pembelajaran konvensional lagi, menurut saya hal ini terjadi karena mengikuti perubahan zaman. di zaman era globalisasi seperti sekarang lebih mengembangkan TIK, terkecuali di daerah pedalaman yang masih menggunakan media konvensional dalam membantu proses belajar mengajar.
BalasHapussaya akan menjawab pertanyaan nomor 1.
BalasHapusMedia adalah alat bantu untuk menjelaskan materi kepada siswa agar materi pembelajaran tersebut mudah dipahami oleh siswa, media yang digunakan harus sesuai dengan karakteristik siswa, jika media tersebut sesuai dengan karakteristik siswa, maka siswa akan memahami pembelajaran dan tidak merasa kebingungan, dari sinilah dapat dikatakan bahwa media dapat menentukan prestasi belajar siswa, siswa akan mudah memahami materi ajar dan akan dapat mengukur hasil belajar siswa.
Saya menjawab no 1
BalasHapusMenurut saya manfaat
mediapembelajaran dalam proses belajar
mengajar, salah satunya adalah siswa lebih
banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak
hanya mendengarkan uraian dari guru, tetapi juga
aktivitas lain seperti mengamati, melakukan,
mendemonstrasikan dan lain-lain.dan siswa akan lebih aktif dalam bertanya atau diskusi
Saya ingin mencoba menjawab pertanyaan nomor 2, Menurut saya di zaman dengan teknoli yang modern , lebih mengutamakan penggunaa media, karena dengan menggunkan media dapat membantu dan juga banyak keunnggulan yang didapatkan
BalasHapus