A. Era Revolusi industri 4.0
Perubahan dunia kini tengah memasuki era revolusi
industri 4.0 atau revolusi industri dunia keempat dimana teknologi informasi
telah menjadi basis dalam kehidupan manusia. Segala hal menjadi tanpa batas
(borderless) dengan penggunaan daya komputasi dan data yang tidak terbatas
(unlimited), karena dipengaruhi oleh perkembangan internet dan teknologi
digital yang masif sebagai tulang punggung pergerakan dan konektivitas manusia
dan mesin. Revolusi industri generasi keempat ini ditandai dengan kemunculan
superkomputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan
perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih
mengoptimalkan fungsi otak.
Perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia sebagaimana revolusi
generasi pertama melahirkan sejarah ketika tenaga manusia dan hewan digantikan
oleh kemunculan mesin. Salah satunya adalah kemunculan mesin uap pada abad
ke-18. Revolusi ini dicatat oleh sejarah berhasil mengerek naik perekonomian
secara dramatis di mana selama dua abad setelah Revolusi Industri terjadi
peningkatan rata-rata pendapatan perkapita Negara-negara di dunia menjadi enam
kali lipat.
Berikutnya, pada revolusi industri generasi kedua ditandai dengan kemunculan
pembangkit tenaga listrik dan motor pembakaran dalam (combustion chamber).
Penemuan ini memicu kemunculan pesawat telepon, mobil, pesawat terbang, dll
yang mengubah wajah dunia secara signifikan. Kemudian, revolusi industri
generasi ketiga ditandai dengan kemunculan teknologi digital dan internet.
Selanjutnya, pada revolusi industri generasi keempat, seperti yang telah
disampaikan pada pembukaan tulisan ini, telah menemukan pola baru ketika
disruptif teknologi (disruptive technology) hadir begitu
cepat dan mengancam keberadaan perusahaan-perusahaan incumbent.
Sejarah telah mencatat bahwa revolusi industri telah banyak menelan korban
dengan matinya perusahaan-perusahaan raksasa.
Lebih dari itu, pada era industri generasi keempat ini, ukuran besar perusahaan
tidak menjadi jaminan, namun kelincahan perusahaan menjadi kunci keberhasilan
meraih prestasi dengan cepat. Hal ini ditunjukkan oleh Uber yang mengancam
pemain-pemain besar pada industri transportasi di seluruh dunia atau Airbnb
yang mengancam pemain-pemain utama di industri jasa pariwisata. Ini membuktikan
bahwa yang cepat dapat memangsa yang lambat dan bukan yang besar memangsa yang
kecil.
Era ini juga akan mendisrupsi berbagai aktivitas manusia, termasuk di
dalamnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta pendidikantinggi. Menristekdikti
menjelaskan ada lima elemen penting yang harus menjadi perhatian dan akan
dilaksanakan oleh Kemenristekdikti untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya
saing bangsa di era Revolusi Industri 4.0, yaitu:
1) Persiapan sistem
pembelajaran yang lebih inovatif di perguruan tinggi seperti penyesuaian
kurikulum pembelajaran, dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam hal data
Information Technology (IT), Operational Technology (OT), Internet of Things
(IoT), dan Big Data Analitic, mengintegrasikan objek fisik, digital dan manusia
untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang kompetitif dan terampil
terutama dalam aspekdataliteracy.
2. Rekonstruksi kebijakan kelembagaan pendidikan tinggi yang adaptif dan responsif terhadap revolusi industri 4.0 dalam mengembangkan transdisiplin ilmu dan program studi yang dibutuhkan. Selain itu, mulai diupayakannya program Cyber University, seperti sistem perkuliahan distance learning, sehingga mengurangi intensitas pertemuan dosen dan mahasiswa. Cyber University ini nantinya diharapkan menjadi solusi bagi anak bangsa di pelosok daerah untuk menjangkau pendidikan tinggi yang berkualitas.
3. Persiapan sumber daya manusia khususnya dosen dan peneliti serta perekayasa yang responsive, adaptif dan handal untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Selain itu, peremajaan sarana prasarana dan pembangunan infrastruktur pendidikan, riset, dan inovasi juga perlu dilakukan untuk menopang kualitas pendidikan, riset, dan inovasi.
4. Terobosan dalam riset dan pengembangan yang mendukung Revolusi Industri 4.0 dan ekosistem riset dan pengembangan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas riset dan pengembangan di Perguruan Tinggi, Lembaga Litbang, LPNK, Industri, dan Masyarakat.
5. Terobosan inovasi dan perkuatan sistem inovasi untuk meningkatkan produktivitas industri dan meningkatkan perusahaan pemula berbasis teknologi.
2. Rekonstruksi kebijakan kelembagaan pendidikan tinggi yang adaptif dan responsif terhadap revolusi industri 4.0 dalam mengembangkan transdisiplin ilmu dan program studi yang dibutuhkan. Selain itu, mulai diupayakannya program Cyber University, seperti sistem perkuliahan distance learning, sehingga mengurangi intensitas pertemuan dosen dan mahasiswa. Cyber University ini nantinya diharapkan menjadi solusi bagi anak bangsa di pelosok daerah untuk menjangkau pendidikan tinggi yang berkualitas.
3. Persiapan sumber daya manusia khususnya dosen dan peneliti serta perekayasa yang responsive, adaptif dan handal untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Selain itu, peremajaan sarana prasarana dan pembangunan infrastruktur pendidikan, riset, dan inovasi juga perlu dilakukan untuk menopang kualitas pendidikan, riset, dan inovasi.
4. Terobosan dalam riset dan pengembangan yang mendukung Revolusi Industri 4.0 dan ekosistem riset dan pengembangan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas riset dan pengembangan di Perguruan Tinggi, Lembaga Litbang, LPNK, Industri, dan Masyarakat.
5. Terobosan inovasi dan perkuatan sistem inovasi untuk meningkatkan produktivitas industri dan meningkatkan perusahaan pemula berbasis teknologi.
B. Revolusi Industri 4.0
dan Pengaruhnya Pada Sistem Pendidikan
Hubungan
revolusi industri 4.0 dengan sistem pendidikan di Indonesia, sesuai arahan
MENRISTEKDIKTI terkait dampak industri 4.0 yakni dengan adanya ‘digitalisasi
sistem’, mau tidak mau menuntut baik para dosen maupun mahasiswa untuk mampu
dengan cepat beradaptasi dengan perubahan yang ada. Sistem pembelajaran yang
semula berbasis pada tatap muka secara langsung di kelas, bukan tidak mungkin
akan dapat digantikan dengan sistem pembelajaran yang terintegrasikan melalui
jaringan internet (online learning). Adanya perubahan tersebut juga
memiliki analisis risk-benefit, di mana keuntungan yang bisa
didapatkan antara lain mahasiswa tetap bisa belajar dan tetap bisa mengakses
materi pembelajaran tanpa harus hadir di kelas, hal ini pun menjadi keuntungan
tersendiri bagi siswa yang mengalami kendala dalam hal jarak dan finansial.
Lain hal dengan keuntungan, adapun masalah yang dapat muncul terkait dengan hal
tersebut adalah dituntutnya peran PTN/PTS untuk berhasil mencetak lulusan yang
mampu bersaing baik dalam skala nasional maupun internasional dengan adanya
perubahan tersebut, terlepas dari siap atau tidaknya sarana dan prasarana yang
dibutuhkan dalam menunjang perubahan yang ada. Sebagai contoh suatu gebrakan
baru yang dilakukan 2 universitas terkemuka dunia (Harvard dan MIT) terkait kesiapan
menghadapi revolusi industri 4.0 yakni dengan membuat suatu portal khusus yang
menyediakan perkuliahan online learning secara gratis dan
dapat diakses oleh siapapun, bukan tidak mungkin kini mimpi untuk menimba ilmu
dari pengajar berkualitas dari dua kampus terkemuka dunia tersebut saat ini
bukan menjadi suatu hal yang mustahil untuk diwujudkan.
Permasalahan :
1. Adakah pengaruh negatif dari munculnya
era revolusi indrustri 4.0 terhadap dunia pendidikan?
2. jelaskan seberapa besar pengaruh era
revolusi industri 4.0 mempengaruhi dunia pendidikan terkhusus dalam penggunaan
multimedia pembelajaran?
3. Jelaskan apa yang diharapkan dengan
munculnya era revolusi industri 4.0 terhadap multimedia dan kegiatan belajar
sekarang ini?



