Minggu, 22 April 2018


PENGEMBANGAN E-LEARNNG DALAM PEMBELAJARAN KIMIA



A. Pengertian e-learning
            E-learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Berikut beberapa pengertian E-learning dari berbagai sumber:
1.  Pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran (Michael, 2013:27).
2.      Proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran dengan teknologi (Chandrawati, 2010).
3.  Sistem pembelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk proses belajar mengajar yang dilaksanakan tanpa harus bertatap muka secara langsung antara guru dengan siswa (Ardiansyah, 2013).

     Dari beberapa pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa e-learning adalah model pembelajaran yang memanfaatkan berbagai perangkat elektronik sebagai sarana/media pembelajaran. Perangkat elektronik yang dimaksud mencakup perangkathardware seperti komputer, video, tape, radio, televisi, handphone, maupun perangkatsoftware seperti jaringan komputer dan/atau internet. materi e-learning tidak hanya didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal  ataupun internet, tetapi juga didistribusikan secara off-line menggunakan media CD/DVD
B. Karakteristik E-learning
       Menurut Rosenberg (2001) karakteristik E-learning bersifat jaringan, yang membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan kembali, mendistribusikan, dan sharing pembelajaran dan informasi.
Karakteristik E-learning menurut Nursalam (2008:135) adalah:
1.      Memanfaatkan jasa teknologi elektronik.
2.      Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan komputer networks)
3.  Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri (self learning materials) kemudian disimpan di komputer, sehingga dapat diakses oleh doesen dan mahasiswa kapan saja dan dimana saja.
4.     Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.

C. Model Pengembangan E-Learning
            Yang dimaksudkan dengan model pengembangan e-learning adalah pola representasi yang akan digunakan untuk merancang e-learning sehingga dapat manfaatkan oleh user semaksimal mungkin.Terdapat beberapa model pengembangan e-learning. Menurut Jolliffe, dkk., terdapat dua  model utama yakni the mental model dan the cognitif apprenticeship model.
1.         The Mental Model (Model Mental).
            Model mental diartikan sebagai penyajian-penyajian konseptual dan operasional yang dikembangkan ketika orang berhubungan dengan sistem yang kompleks. Model-model mental merupakan pemikiran yang terdiri atas kesadaran terhadap berbagai komponen dari suatu sistem dan dievaluasi menggunakan berbagai metode termasuk pemecahan masalah, mencari dan memecahkan persoalan, ingatan informasi, pengamatan dan prediksi pengguna (user) terhadap pengetahuan capaian. Model mental nampak lebih dari sekedar peta struktural dari berbagai komponen.
Terdapat beberapa komponen dalam model mental antara lain :
a.    Structural knowledge
Merupakan pengetahuan tentang konsep struktur domain pengetahuan dan diukur melalui jaringan dan peta atau lingkaran-lingkaran konsep. Metode ini berasumsi bahwa pengetahuan dapat dibentuk menggunakan simbol.
b.    Performance knowledge
Bertujuan untuk menilai pengetahuan capaian dimana pebelajar diberi tugas-tugas pemecahan masalah untuk menguji kesan visual mereka.
c.    Reflective knowledge
Disini pebelajar bisa menunjukkan kepada yang lain bagaimana cara melaksanakan suatu tugas tertentu. Dengan cara ini, pebelajar pertama harus membuat daftar perintah, deskripsi tugas  dan diagram alur untuk menmguji gambaran mentalnya.
d.   Image of system
Merupakan kenyataan dari model pebelajar yang khas dinilai dengan meminta pebelajar untuk mengartikulasikan dan memvisualisasikan bentuk-bentuk fisik.
e.    Metaphor
Seperti juga gambar-gambar, pembelajar akan sering menghubungkan sistem baru dengan pengetahuan ada sehingga dapat dilihat orang lain.
f.     Executive knowlegde
Bertujuan untuk memecahkan permasalahan, pembelajar harus mengetahui kapan mengaktifkan dan menerapkan sumber daya kognitif yang diperlukan.
2.         The Cognitif Apprenticeship Model (Model Belajar Magang Kognitif)
            Model belajar magang tradisional biasanya memberi peluang untuk latihan. Karakteristik model belajar ini antara lain: gagasan bahwa pekerjaan adalah daya penggerak, dan penguasaan progresif terhadap tugas-tugas dihargai sebagai nilai penyelesaian pekerjaan; ketrampilan-ketrampilan tertentu diawali dengan belajar tugas; belajar dipusatkan pada capaian (perfomance) dan kemampuan untuk melakukan sesuatu; dan standar pencapaian diaktualisasikan dalam pekerjaan nyata.
Sesuatu yang dapat dijadikan teladan dalam metodologi belajar tradisional yakni menyediakan satu dasar pijakan untuk penggunaan model belajar magang kognitif dalam pengembangan materi print dan Web-based. Model ini mengabaikan perbedaan-perbedaan antara pendidikan dan pelatihan dan membantu pembelajar untuk menjadi seorang ahli
Sihabudin dalam http://ejournal.sunanampel.ac.id/index.php/Nizamia/article/view/301  menguraikan dua contoh model pengembangan e-learning yakni model pengembangan e-learning dengan pendekatan knowledge Management (KM) dan model pendekatan e-learning dengan pendekatan Moodle.
1.  Model Pengembangan E-Learning Dengan Pendekatan Knowledge Management
            Knowledge Management (KM) dapat didefiniskan sebagai satu set (himpunan) intervesi orang, proses dan tool (teknologi) untuk mendukung proses pembuatan, pembau-ran, penyebaran dan penerapan pengetahuan. Pembuatan pengetahuan adalah proses perbaikan atau penambahan potongan-potongan pengetahuan tertentu selama proses pembelajaran terjadi melalui pengalaman.
2. Model Pengembangan E-Learning Dengan Pendekatan Moodle.
            Moodle adalah sebuah nama untuk sebuah program aplikasi yang dapat merubah sebuah media pembelajaran ke dalam bentuk web. Aplikasi ini memungkinkan siswa untuk masuk ke dalam ruang kelas digital untuk mengakses materi-materi pembelajaran. Dengan menggunakan moodle, kita dapat membuat materi pembelajaran, kuis, jurnal elektronik dan lain-lain. Moodle itu sendiri adalah singkatan dari Modular Object Oriented Dynamic Learning Environment.
Berbagai bentuk materi pembelajaran dapat dimasukkan dalam aplikasi moodleini. Berbagai sumber dapat ditempelkan sebagai materi pembelajaran. Naskah tulisan yang ditulis dari aplikasi pengolah kata Microsoft Word, materi presentasi yang berasal dari Microsoft Power Point, Animasi Flash dan bahkan materi dalam format audio dan video dapat ditempelkan sebagai materi pembelajaran. resource
            Berikut ini beberapa aktivitas pembelajaran yang didukung oleh Moodle adalah sebagai berikut (1) Assignment. Fasilitas ini digunakan untuk memberikan penugasan kepada peserta pembelajaran secara online. Peserta pembelajaran dapat mengakses materi tugas dan mengumpulkan hasil tugas mereka dengan mengirimkan file hasil pekerjaan mereka, (2) Chat. Fasilitas ini digunakan untuk melakukan proses chatting(percakapan online). Antara pengajar dan peserta pembelajaran dapat melakukan dialog teks secara online, (3) Forum. Sebuah forum diskusi secara online dapat diciptakan dalam membahas suatu materi pembelajaran. Antara pengajar dan peserta pembelajaran dapat membahas topik-topik belajar dalam suatu forum diskusi, (4)Kuis. Dengan fasilitas ini memungkinkan untuk dilakukan ujian ataupun test secara online, (5) Survey. Fasilitas ini digunakan untuk melakukan jajak pendapat.
            Strategi pengembangan model e-learning perlu dirancang secara cermat sesuai tujuan yang diinginkan. Jika disepakati bahwa e-learning di dalamnya juga termasuk pembelajaran berbasis internet. Ada tiga kemungkinan dalam strategi pengembangan sistem pembelajaran berbasis internet, yaitu web course, web centric course, dan web enhanced course (Haughey, 1998).
1.         Web Course
Web course adalah penggunaan internet untuk keperluan pendidikan, yang mana peserta didik dan pengajar sepenuhnya terpisah dan tidak diperlukan adanya tatap muka. Seluruh bahan ajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan, ujian, dan kegiatan pembelajaran lainnya sepenuhnya disampaikan melalui internet. Dengan kata lain model ini menggunakan sistem jarak jauh.
2.         Web Centric Course
Adalah penggunaan internet yang memadukan antara belajar jarak jauh dan tatap muka (konvensional). Sebagian materi disampikan melalui internet, dan sebagian lagi melalui tatap muka. Fungsinya saling melengkapi. Dalam model ini pengajar bisa memberikan petunjuk pada siswa untuk mempelajari materi pelajaran melalui web yang telah dibuatnya. Siswa juga diberikan arahan untuk mencari sumber lain dari situs-situs yang relevan. Dalam tatap muka, peserta didik dan pengajar lebih banyak diskusi tentang temuan materi yang telah dipelajari melalui internet tersebut.
Menurut Munir (2009: 199-200), dalam beberapa kenyataan di lapangan pendidikan, jarang sekali ditemui pembelajaran jarak jauh yang seluruh proses pembelajarannya dilaksanakan dengan e-learning  atau online learning. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka diberlakukan blended distance learning(campuran antara online course dan tatap muka). Model pembelajaran jarak jauh dengan pendekatan blended learning  ini perlu dikembangkan dengan tujuan untuk memperluas kesempatan belajar, diantaranya model pembelajaran jarak jauh. Model ini merupakan gabungan pelaksanaan pendidikan konvensional dan IT-Based education.
3.         Web Enhanced Course
            Model web enhanced course adalah pemanfaatan internet untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan di kelas. Fungsi internet adalah untuk memberikan pengayaan dan komunikasi antara peserta didik dengan pengajar, sesama peserta didik, anggota kelompok, atau peserta didik dengan nara sumber lain. Oleh karena itu peran pengajar dalam hal ini dituntut untuk menguasai teknik mencari informasi di internet, membimbing mahasiswa mencari dan menemukan situs-situs yang relevan dengan bahan pembelajaran, menyajikan materi melalui web yang menarik dan diminati, melayani bimbingan dan komunikasi melalui internet, dan kecakapan lain yang diperlukan.
            Dalam  penjelasan selanjutnya tentang strategi pelaksanaan model pembelajaran e-learning, Sihabudin menguraikaan bahwa terdapat empat (4) model yang dapat digunakan dalam pelaksanaan e-learning di sekolah yakni selective model, seqquential model, static station model dan laboratory model. 
1.      Selective model dapat dilakukan bila jumlah komputer terbatas, sedangkan sequential model dilakukan juga bila jumlah komputer terbatas dan siswa dalam kelompok kecil bergerak dari satu set sumber informasi ke sumber yang lain.
2.      Bahan e-learning digunakan sebagai bahan rujukan atau bahan informasi baru. Jika terdapat beberapa komputer, siswa diberi peluang untuk mendapatkan pengalaman hands-on. 
3.      Pada static station model, jika jumlah komputer sedikit, guru mempunyai beberapa sumber berbeda untuk mencapai objektif pembelajaran yang sama. Bahan e-learning digunakan oleh beberapa kelompok siswa manakala siswa lain menggunakan sumber yang lain untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sama. Sedangkan pada
4.      laboratory model dilakukan jika jumlah komputer mencukupi untuk semua siswa, maka bahan e-learning dapat digunakan oleh semua siswa sebagai bahan pembelajaran mandiri. Model ini boleh digunakan jika sekolah mempunyai perangkat komputer yang dilengkapi dengan jaringan internet.

Permasalahan :
1.      Bila pembelajaran e-learning diimplimentasikan dalam suatu proses KBM, bagaimana cara pendidik mengundang keterlibatan peserta didik secara aktif dan konstruktif dalam proses belajar mereka. Seperti yang kita ketahui pembelajaran dengan model e-learning ini adalah  pembelajaran yang memang dirancang berbasis internet.
2.      Apa yang dapat dikombinasikan dengan penerapan model pembelajaran e-learning ini supaya meningkatkan kontribusi dan interaktifitas antar peserta didik, karena  pembelajaran e-learning ini berbasis online.
3.      Bagaimana pendapat Anda menegenai perbedaan pembelajaran tradisional dengan e-learning, mana yang efektif digunakan dalam dunia pendidikan sekarang ini. Berikan alasan Anda.



14 komentar:

  1. saya ingin menanggapi pertanyaan saudari nomor 3 dimana perbedaan pembelajaran tradisional dengan e-learning ini cukup jauh berbeda. dan bila ditanya manakah yang lebih efektif diantara kedua untuk dunia pendidikan saat ini? maka saya akan menjawab pembelajaran e-learning yang lebih efektif. mengapa demikian? menurut saya karena dengan pembelajaran berbasis E-learning maka pembelajaran akan semakin mudah, hemat waktu dan dapat menambah wawasan lebih banyak lagi. Selain itu dengan pembelajaran e-learning ini maka dapat mengimbangi sedikit perkembangan dari teknologi yang semakin cepat canggih. sehingga pula siswa dapat terlatih menggunakan teknologi sejak duduk di bangku sekolah

    BalasHapus
    Balasan
    1. tanggapan saya mengenai permaslahan yang ketiga ini, pembelajaran tradisional disini yang dimaksudkan itu seperti apa? jika yang dimaksudkan pembelajaran yang berpusat pada pendidik maka e-learning membantu untuk mewujudkan sistem pembeljaran yang menekankan untuk siswanya menjadi lebih aktif dengan interaksi yng dpaat dilakukan kapan saja yang tentu sangat kentara dengan pola belajar yang dahulu, dimana murid hanya menampung apa yang diberikan guru dan menunggu. dan tidak ada pengembangan dalam segi psikomotorik. menurut saya mana yang lebih efektif, adalah e-learning. namun disesuaikan dengan keadaan dari muridnya juga.

      Hapus
    2. Baiklah saya sepakat dengan rahmi yang mana yang paling efektif adalah pembelajaran a learning tetapi ada juga tatap muka dengan dosen seperti pembelajaran media karna menurut saya itu lebih efektif siswa akan lebih aktif

      Hapus
  2. saya akan menanggapi permasalahan no.2 kombinasi dalam e-learning bis diterapkan Blended or mixed mode e-learning, yaitu sebagaian proses pembelajaran dilakukan secara tatap muka dan sebagian lagi dilakukan secara online. Metode blended learning memberikan kesempatan bagi peserta pembelajaran online, salah satunya, untuk bertatap muka. Metode blended yang demikian banyak diterapkan utamanya ketika kompetensi yang hendak dicapai adalah keterampilan (psikomotorik) teretntu. Walaupun online learning memberikan kemudahan bagi para pelajar sebagai manusia, tetap memiliki keinginan untuk berada dalam suatu komunitas (dalam hal ini komunitas belajar) yang sesungguhnya, dan hal ini dipandang penting dalam pembelajaran. Dengan blended learning, guru tetap bisa berinteraksi secara langsung dengan siswa dengan juga menggunakan teknologi sebagai pendukung pembelajarannya. Satu hal yang perlu ditekankan dan dipahami adalah bahwa Blended Learning dapat digunakan sebagai alternatif dalam strategi pembelajaran karena dapat menggabungkan kegiatan pembelajaran konvensional di kelas dengan pembelajaran Online menuju kemandiri dalam belajar.

    BalasHapus
  3. baiklah saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 3 yaitu Pembelajaranan tradisional (konsep lama) sangat menekankan pentingnya penguasaan bahan pelajaran. Pembelajaran tradisional merupakan pembelajaran dimana secara umum, pusat pembelajaran berada pada guru, dan menempatkan siswa sebagai objek dalam belajar. Sistem pembelajaran tradisional memiliki ciri bahwa pengelolaan pembelajaran ditentukan oleh guru. Peran siswa hanya melakukan aktifitas sesuai dengan petunjuk guru. Sedangkan pembelajaran modern atau pembelajaran e-learning adalah salah satu hasil dari pesatnya perkembangan teknologi dan informasi yang mengubah konsepsi dan cara berpikir belajar manusia. Semakin meningkatnya perkembangan teknologi dan informasi tersebut mengakibatkan teori pembelajaran behavioristik dipandang kurang cocok lagi untuk dikembangkan bagi anak didik di sekolah. Untuk saat ini lebih efektif menggunakan proses pembelajaran e-learling karena akses internet sudah menyebar sampai ke plosok desa sehingga memudahkan kita dalam mencari informasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. menanggapi permasalhan saudarano or tiga terkait menegenai perbedaan pembelajaran tradisional dengan e-learning, mana yang efektif digunakan dalam dunia pendidikan sekarang ini. Menurut saya perbedaan diantara keduanya adalah kecanggihan terutama dalam penggunaan internet. untuk lebih efektifnya, e-learning dapat digunakan pada siswa-siswa yang berda si k0ta. sedangkan pembelajaran tradisional masih menggunakan media sederhana sebagai alat bantunya.

      Hapus
  4. Saya akan mencoba membahas permasalahan no 3. Perbedaan Pembelajaran Tradisional dengan e-learning yaitu kelas ‘tradisional’, dosen dianggap sebagai orang yang serba tahu dan ditugaskan untuk menyalurkan ilmu pengetahuan kepada pelajarnya. Sedangkan di dalam pembelajaran ‘e-learning’ fokus utamanya adalah pelajar. Pelajar mandiri pada waktu tertentu, bertanggung-jawab untuk pembelajarannya. Suasana pembelajaran ‘e-learning’ akan ‘memaksa’ pelajar memainkan peranan yang lebih aktif dalam pembelajarannya..
    Jadi pendapat saya mengenai perbedaan ini bukan berarti dengan berkembangnya zaman, e-learning menggantikan model belajar konvensional di dalam kelas. Dalam pendidikan konvensional fungsi E-Learning bukan untuk mengganti, melainkan memperkuat model pembelajaran konvensional melalui pengayaan content dan pengembangan teknologi pendidikan .
    Kemudian mana yang lebih efektif, menurut saya yang lebih efektif adalah dengan cara Penggabungan antara metode pembelajaran e-learning dengan model
    pembelajaran tradisional (non e-learning). pada prinsipnya akan lebih berarti ketika e-learning digunakan bersama-sama dengan pembelajaran tradisional untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses belajar mengajar. Proses pembelajaran yang memadukan e-learning dengan pembelajaran tradisional melalui metode tatap muka disebut blended learning. Didalam blended learning, e-learning dapat digunakan dalam berbagai fungsi yang dapat meningkatkan proses pembelajaran, diantaranya mempersiapkan
    proses pembelajaran secara tatap muka, memberikan fasilitas agar peserta didik
    dapat belajar lebih dalam tentang suatu pokok bahasan/ topic, menyediakan media
    alternatif lain selain buku yang dapat diakses dimanapun, menyediakan media
    untuk interaksi diluar kelas, antara pendidik dan peserta didik, baik melalui forum,
    chating ataupun email, melalui LMS manajemen proses belajar dan mengajar
    dapat di kelola dengan memanfaatkan TIK sehingga pengelolaan dapat lebih
    efektif dan efisien. Melalui model pembelajaran ini dapat memperluas kesempatan belajar, membuat peserta didik lebih mandiri, meningkatkan interaksi antar pengajar dengan peserta didik, dan pengelolaan proses pembelajaran menjadi lebih efisien dan efektif. Hal ini mendorong mahasiswa untuk berprestasi dan siap bersaing di dunia kerja

    BalasHapus
  5. saya ingin mencoba menjawab pertanyaan ketiga saudari,
    perbedaan paling terlihat antara E-Learning dengan pembelajaran biasa adalah dimana pada pembelajaran biasa pembelajran berpusat pada guru sehingga jarang sekali ada siswa yang mau belajar mandiri,
    sedangkan E-Learning menuntut siswa belajar mandiri karena sumber blajar telah tersedia dimana mana dan itu bisa diakses kapan saja, tingga dengan kemauan siswa itu sendiri untuk belajar
    selain itu,Pembelajaran umum melakukan tatap muka, sedangkan e-learning tidak,Pembelajaran umum menggunakan lisan, e-learning melalui audio visual,Sumber pembelajaran umum dari guru dan buku, sedangkan e-learning berbasis aneka sumber dan Pembelajaran umum terjadwal pasti, sedangkan e-learning lebih fleksibel

    BalasHapus
  6. Saya akan mencoba menanggapi pertanyaan no 3.
    Disini saya hanya akan memberi tanggapan yang mana lebih efektif menurut saya dan mengapa?

    Pembelajaran e-learning lebih efektif karena Keunggulan penggunaan E-learning menekankan pada interaksi antara pembelajar dengan pemelajar dan antar pemelajar sendiri dalam mencapai tujuan pembelajaran, pemelajar tidak terlalu menggantungkan pada pembelajar lain sehingga dapat menambah kepercayaan kemampuan berpikir sendiri, menemukan informasi dari berbagai sumber belajar dan belajar dari pemelajar yang lain.
    Penggunaan E-learning mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide-ide atau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan membandingkannya dengan ide-ide orang lain, antara pemelajar saling memberi respek dan menyadari akan segala keterbatasannya serta menerima segala perbedaan, setiap pemelajar terberdayakan untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar. Pembelajaran E-learning membuat prestasi akademik pemelajar lebih berhasil dibandingkan dengan belajar tanpa media. Merill (1996) mengilustrasikan bahwa dalam pembelajaran E-learning terjadi adanya ketergantungan positif dan interaksi promotif, maka pemelajar dapat meningkatkan tiga hal yaitu: pencapaian prestasi akademik, relasi sosial yang positif dan penyesuaian psikologis maupun kompetensi sosial

    BalasHapus
  7. Baiklah, saya ingin menanggapi permasalahn yang ketiga. Mwnurut pendapat saya, e-learning adalah suatu system pembelajaran yang lebih efektif daripada konvensional, karena mempunyai beberapa keunggullan sebagai berikut:
    (1) Mendayagunakan teknologi pendidikan secara lebih efektif, baik yang berkenaan dengan pendayagunaan media instruksional maupun yang berkenaan dengan endayagunaan komputer dalam sistem instruksional,
    (2) Berdasarkan pengalaman,
    (3) Mendayagunakan berbagai bentuk modular yang memberi kesempatan kepada siswa untuk lebih banyak belajar mandiri,
    (4) Memberi kesempatan kepada siswa untuk memecahkan masalah sendiri, (5) Memungkinkan siswa sebagai pusat kegiatan,
    (6) Menitikberatkan penguasaan bahan belajar secara tuntas,
    (7) Mendayagunakan tenaga guru sebagai suatu regu pendidikan yang bertanggung jawab membimbing sekelompok siswa,
    (8) Mempertimbangkan dan berijak pada kelompok siswa yang dianggap memiliki sifat dinamis sehingga pengajaran tidak hanya memperlihatkan aspek pengetahuan dan ketrampilan.

    BalasHapus
  8. Saya akan menjawab pemasalahan anda yang ke 3 dimana Menurut Saya akan lebih efektif pembelajaran secara langsung karena akan lebih bermakna dibandingkan e-learning namun jika terdapat kendala seperti waktu pertemuaan yang sulit Maka e-learning INI merupakan solusi yang terbaik.

    BalasHapus
  9. baik saya akan menjawab permaslahan no 3
    dimana dalam era globalisasi ini sangaat dianjurkan dalam penggunaan teknologi guna untuk mempermudah dalam proses pembelajaran. seperti diketahui semua informasi dapat diakses senidiri sehingga tidak mutlak semua inrmasi didapatkan dari guru. maka dari itu sangat terlihat bahwa pada pembelajaran konensional sangat tergantung pada guru sedangkan untuk eleaning tidak. dan dapat dilakukan dimana saja

    BalasHapus
  10. saya akan menanggapi permasalahan saudari dimana Bagaimana pendapat Anda menegenai perbedaan pembelajaran tradisional dengan e-learning, mana yang efektif digunakan dalam dunia pendidikan sekarang ini. Berikan alasan Anda.
    menurut saya jika tergantung tempat dimana sekolah itu berada, jika sudah memadai fasilitas dan jaringan internet maka pembelajaran E-learning mampu dilakukan, namun jika dilihat dengan persaingan degan negara2 yang lainnya maka pembelajaran menggunakan E-learning sangat dianjurkan untuk membekali siswa dalam memahami elektronik dan mampu bersaing dengan dunia luar

    BalasHapus
  11. baiklah saya akan mencoba menambahkan permasalahan no 3 dimana perbedaan pembelajaran tradisional dan pembelajaran e- learning adalah Perbedaan Pembelajaran Tradisional dengan e-learning yaitu kelas ‘tradisional’, dosen dianggap sebagai orang yang serba tahu dan ditugaskan untuk menyalurkan ilmu pengetahuan kepada pelajarnya. Sedangkan di dalam pembelajaran ‘e-learning’ fokus utamanya adalah pelajar. Pelajar mandiri pada waktu tertentu, bertanggung-jawab untuk pembelajarannya. Suasana pembelajaran ‘e-learning’ akan ‘memaksa’ pelajar memainkan peranan yang lebih aktif dalam pembelajarannya. Pelajar membuat perancangan dan mencari materi dengan usaha, dan inisiatif sendiri.
    zaman sekarang yang lebih efektif adalah pembelajaran e-learning karena e- learning merupakan penyampaian informasi, komunikasi, pendidikan, pelatihan secara on-line. sehingga dapat di akses di zaman sekarang dan akan mempersingkat waktu.

    BalasHapus

MULTIMEDIA PEMBELAJARAN PADA ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

A. Era Revolusi industri 4.0              Perubahan dunia kini tengah memasuki era revolusi industri 4.0 atau revolusi industri d...